7 Tips Jitu Membentuk Tim yang Solid

by Ming

Semua yang dikerjakan akan sia-sia, bahkan gagal jika tim yang diajak bekerjasama tidak solid. Untuk itu tim yang solid sangat diperlukan agar pekerjaan mencapai keberhasilan. Lalu bagaimana cara membentuk tim yang solid? Berikut akan dijelaskan lebih lanjut tentang tips jitu membentuk tim yang solid.
Cara Membentuk Tim yang Solid
Hal yang perlu kalian lakukan jika ingin membentuk tim yang solid antara lain sebagai berikut.

 

1. Komunikasi yang intensif

Komunikasi sangat penting. Masalah sekecil apapun sebaiknya dikomunikasikan dengan tim, dengan begitu tidak akan ada kesalahpahaman yang bisa membuat kerjasama tim menjadi berantakan.
Karena sesuatu yang kalian anggap hal kecil, bisa jadi dianggap sesuatu yang sangat besar dan penting oleh orang lain. Begitu pun sebaliknya. Jadi sebaiknya komunikasikan segala permasalahan yang menimpa. Jangan takut kena marah atau hal buruk lainnya. Karena hal tersebut pasti hanya bersifat sementara.

komunikasi

2. Saling percaya

Kepercayaan adalah pondasi dari sebuah hubungan, begitu pula dengan kepercayaan dalam tim. Jika kalian tidak bisa mempercayai rekan dalam tim, bagaiman tim Anda akan bisa solid?
Tanpa adanya kepercayaan, kalian bisa saling berprasangka satu sama lain yang akhirnya bisa membuat tim tidak solid. Pekerjaan pun menjadi berantakan.

3. Saling menerima

Dalam tim pasti terdapat beberapa orang dengan kepribadian yang berbeda. Kalian perlu memahami dan menerima satu sama lain agar hubungan di tim bisa berjalan lancar.
Setiap orang pasti memiliki kekurangan tertentu karena tidak mungkin ada orang yang benar-benar sempurna. Nah kalian harus bisa menerima kekurangan orang tersebut, tapi jika memang kekurangannya memperlambat kinerja tim, maka kalian perlu menasehatinya juga.
Kalian harus menasehati dengan baik-baik agar tidak menyakiti perasaan orang tersebut.

saling percaya

4. Saling menghormati dan menghargai

Tips keempat ini hampir sama dengan tips sebelumnya. Intinya kalian harus mau menghargai usaha rekan yang lain. Hormati mereka juga. Jika hal yang rekan kalian usulkan tidak menarik, jangan langsung ditanggapi dengan hal-hal buruk.
Kalian harus menghargainya, menanggapinya dengan baik, dan mengemukakan alasan mengapa ide atau usul dia ditolak. Dalam tim biasanya juga ada perbedaan usia. Mereka yang tua harus lebih dihormati, tapi yang tua juga harus menghargai yang lebih muda. Dengan begitu kesenjangan usia tidak menjadi masalah yang berarti.

5. Memahami peran dan tanggung jawab

Dalam tim tentu sudah dibagi tugasnya masing-masing. Nah anggota dalam tim sebisa mungkin harus memahami peran dan tanggung jawab mereka agar tidak ada bentrok pekerjaan. Jika sudah tahu peran masing-masing, penyelesaian setiap tugas pasti bisa lebih fokus sehingga lebih cepat selesai.

menghormati dan menghargai
6. Komitmen yang kuat

Dalam tim diperlukan komitmen yang kuat agar tim bisa solid dan bertahan lama. Setiap orang dalam tim harus mampu menyemangati diri-sendiri dan rekan dalam satu tim. Dengan begitu tidak akan ada salah satu yang merasa paling berat tugasnya, karena mereka sudah berkomitmen untuk menyelesaikan semua persoalan bersama-sama, saling mendukung, dan saling menguatkan.

7. Evaluasi rutin

Hal satu ini tidak dapat ditinggalkan dalam sebuah tim. Sebagai tim, kalian harus mempunyai waktu tersendiri untuk evaluasi kerja yang telah dilakukan. Evaluasi bisa dalam bentuk formal ataupun non formal, seperti sambil makan-makan, jalan-jalan, dan lainnya.
Saat evaluasi, semua anggota tim harus terbuka akan masalah yang dialami dan mau mengeluarkan unek-unek yang dipendam agar semua urusan berjalan lancar dan tim tetap solid.
Nah demikian tadi sedikit tips jitu membentuk tim yang solid. Semoga tim kalian selalu solid dan sukses.

3 Cara Mudah Meredakan Konflik di Dalam Tim

by Ming

Hari ini, berbagai bidang profesi banyak ditemukan dan dijalani oleh banyak orang. Dengan jenis yang berbeda, maka resiko dan cara menjalankannya pun berbeda-beda. Terlebih lagi dengan hadirnya internet yang memudahkan orang untuk bekerja dari mana saja dia berada.  Kini banyak sekali orang yang menghabiskan waktu kerjanya di rumah menghadap layar komputer atau laptop.

Pekerjaan-pekerjaan ini bisanya digeluti oleh para generasi milenial yang memang telah begitu fasih dengan kehidupan serba cepat dengan teknologi internet sebagai pendukungnya. Meski begitu, tidak sedikit pekerjaan yang memang menuntut orang untuk keluar, bekerja di kantor, dan berinteraksi dengan pegawai lain baik hanya sebagai rekan kerja atau memang bekerja sebagai tim. Bekerja di dalam tim memberikan kemudahan tersendiri.

konflik pad tim

Dengan bantuan tim, pekerjaan yang sulit dan menghabiskan waktu ketika dikerjakan sendiri akan lebih ringan karena dikerjakan bersama-sama. Selain itu, mencari cara penyelesaian masalah juga akan lebih mudah karena banyak kepala yang mencari solusinya. Di sisi lain, banyak kepala juga berarti akan ada pertentangan pendapat.

Perdebatan untuk mencari solusi terbaik seringkali terjadi di dalam sebuah tim, bahkan lebih buruk lagi, membuat perpecahan hingga akhirnya pekerjaan tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Untuk menghindari hal tersebut di atas, kami telah merangkup beberapa cara ampuh yang bisa kamu lakukan untuk membuat tim kamu selalu solid dan terjauh dari perpecahan. Simak tips berikut ini:

  • Utarakan dengan Baik

Hampir 90% dari masalah yang terjadi di dalam sebuah tim, muncul karena seseorang mengutarakan pendapatnya dengan cara yang kurang tepat. Dalam sebuah rapat atau pertemuan, banyak orang yang akhirnya dibenci oleh rekan kerjanya karena kurang peka terhadap situasi.

utra dengan baik

Meski mereka sudah saling kenal, tapi kondisi dan mood seseorang bisa berbeda-beda setiap harinya. Oleh karena itu, selalu usahakan untuk mengutarakan pendapat atau ide dengan cara yang baik dan sopan meski kita telah mengenal lawan bicara kita dengan baik agar terhindar dari konflik

  • Komunikasikan dengan Baik

Tidak ada manusia yang sempurna, sekuat apapun menghindari konflik, selalu saja ada hal yang tidak bisa dihindari hingga akhirnya kemelut di dalam tim harus muncul. Meski begitu, bukan berarti kamu sebagai anggota tim harus menyerah dengan keadaan. Perbaiki semuanya sebelum terlambat.

komunikasi dengan tim

Jika ada hal yang terasa tidak nyaman olehmu sebaiknya langsung komunikasikan dengan orang yang bersangkutan. Kebanyakan orang cenderung untuk memendam rasa kesal mereka dan berharap orang yang bermasalah dengannya langsung meminta maaf. Hal ini hanya akan membuat segala sesuatu semakin parah, terlebih lagi jika orang itu tidak menyadari kesalahan yang sudah diperbuat.

  • Hadapi dengan Baik

Ketika konflik muncul dengan bentuk yang lebih agresif, usahakan untuk lebih tenang dan tidak terbawa emosi. Kemarahan yang meledak-ledak biasanya hanya bertahan selama beberapa menit dan setelahnya hanya akan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman.

hadapi dengan baik

Berbeda hasilnya jika kamu mencoba untuk tenang. Memang pada awalnya akan terasa tidak nyaman karena harus menahan sesuatu yang berkobar di dalam, namun jika kamu bisa melewati fase tersebut, kamu akan merasa lebih puas karena bisa mengadapi konflik dengan cara yang lebih baik.

  • Perlakukan dengan Baik

Dibandingkan dengan hal-hal yang memicu konflik, sebetulnya lebih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah konflik terjadi. Mulai dari hal-hal yang sederhana; biasakan untuk berkata terima kasih atau maaf akan menjadikan hubungan bersama rekan kerja lebih langgeng dan jauh dari perpecahan.

Mengenal Fungsi dan Tugas Pimpinan Tim (Team Leader)

by Ming

Dalam sebuah tim diperlukan pimpinan agar semua hal berjalan dengan lancar. Tanpa adanya pimpinan, sebuah tim tersebut tidak akan bisa berjalan dengan baik. Dengan adanya pimpinan, semua hal terkait dengan tim tersebut bisa berjalan dengan lebih terstruktur. Bisa dibilang tugas utama pimpinan tim adalah memanajemen tim tersebut agar bisa berjalan dengan tepat.

Keberadaan pimpinan dalam sebuah tim sangatlah penting. Sebagai manajer pengelolaan tim, pimpinan harus mengusasi bidang manajerial dan sekaligus mengerti apa yang tim tersebut kerjakan. Seorang pimpinan tim harus sebisa mungkin menguasai semua bidang dalam tim yang dipimpinnya. Atau paling tidak, pimpinan tersebut harus paham dengan kasus atau bidang yang digarap tim tersebut.

Tugas dan Fungsi Pemimpin Tim

Selain itu, pemimpin tentu harus mengerti tugas dan fungsinya sebagai pimpinan. Tanpa mengetahui hal tersebut, pimpinan tidak akan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Jika hal ini sampai terjadi, maka masalah akan muncul dalam tim karena pimpinan merupakan pucuk tertinggi di tim. Jika pimpinan bermasalah, maka semua bidang akan ikut terkena masalah. Oleh karena itu, bagi anda yang akan menjadi pimpinan, simaklah fungsi dan tugas pimpinan tim berikut ini.

Tugas Pimpinan Tim

tugas dan fungsi pemimipi

Setidaknya ada beberapa tugas utama seorang pemimpin, diantaranya:

  1. Melaksanakan Manajerial

Seorang pemimpin atau pimpinan tim adalah seorang majer bagi tim tersebut. Maka dari itu pemimpin menjalani fungsi manajerial. Ini merupakan tugas utama dari seorang pemimpin. Walau bagaimapun seorang pemimpin harus bisa memanajemen timnya agas bisa berjalan dengan baik. Tanpa melakukan manajemen, tim tidak akan bisa berjalan dengan baik dan menggunakan potensi terbaiknya.

Kegiatan pokok dari tugas utama ini berupa Penyusunan Rencana, Penyusunan Organisasi Pengarahan Organisasi Pengendalian Penilaian dan juga Pelaporan.

  1. Memotivasi tim

Tugas lain dari pimpinan adalah menjadi seorang motivator untuk timnya. Pimpinan harus bisa memotifasi timnya untuk bisa menjalankan tugasnya dengan sebagik-baiknya. Dengan begitu setiap bagian dalam tim bisa bekerja maksimal. Seorang pemimpin ada baiknya belajar bagaimana cara memotivasi anggotanya.

  1. Membina Tim

tugas pemimpin

Selanjutnya adalah seorang pimpinan harus bisa membina timnya agar bisa menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Setelah memotivasi, pimpinan berusaha mengeluarkan potensi terbaik timnya dalam melakukan setiap tugasnya. Untuk bisa membina, pemimpin harus menguasai bidang yang dikerjakan oleh anggota timnya.

  1. Tugas lain

Adapun tugas lainnya dapat berupa: Menciptakan iklim kerja yang baik dan harmonis, menjadi penggerak yang baik dan dapat menjadi sumber kreatifitas dan menjadi wakil dalam membina hubungan dengan pihak luar.

Fungsi Pimpinan Tim

Pimpinan emiliki banyak fungsi. Namun, secara umum fungsi tersebut bisa dibagi menjadi dua aspek yaitu aspek fungsi administrasi dan fungsi top manajemen. Untuk lebih lengkap simak dibawah ini:

  1. Fungsi Administrasi

Fungsi ini berarti seorang pimpinan mengadakan semacam formulasi kebijakan administrasi. Dengan begitu, segala hal yang berkatan dengan administrasi bisa dikontrol dengan baik. Selain itu, pimpinan juga menyediakan fasilitas agar fungsi ini berjalan dengan sebaik-baiknya

fungsi pemimpin

  1.  Fungsi top manajemen.

Fungsi ini berarti mengelola atau memanajemen tim. Sebagai pucuk pimpinan tim harus bisa mengelola timnya agar bisa berjalan dengan baik. Dalam fungsi ini pimpinan bisa melakukan  planning, organizing, staffing, directing, commanding, controlling dan sebagainya.

Nah itulah beberapa tugas dan fungsi seorang pemimpin, bagi anda yang saat ini bertugas sebagai pemimpin atau anggota tim, ada baiknya memahami posisi seorang pemimpin agar labih bijak.